[124] Awalnya Amerika Menjajah Indonesia PDF Print E-mail
Sunday, 20 April 2014 00:38

Revrisond Baswir, Ekonom UGM

Awal masuk Amerika ke Indonesia untuk menjajah secara ekonomi dan politik  pada Konferensi Meja Bundar. Pada konferensi itu, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia tetapi pengakuan itu disertai dengan tiga syarat ekonomi.

Pertama, Indonesia harus tetap mempertahankan keberadaan perusahaan asing di Indonesia. Nah, sebagian perusahaan itu berasal dari Amerika, di antaranya adalah perusahaan minyak.

Kedua, Indonesia harus mengakui IMF. Kita tahu persis bahwa Amerika pemegang saham terbesar di IMF.

Ketiga, Indonesia harus bersedia menerima warisan utang dari Hindia Belanda. Dan kita tahu juga waktu itu pihak Belanda berutang ke Amerika Serikat.

Inilah awal terjadinya transisi penguasaan Indonesia dari pihak Belanda ke pihak Amerika.

Semakin ganti rezim, semakin kuat cengkraman Amerika di Indonesia karena terutama sekali adalah peralihan pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto. Karena di situ peralihan tidak terjadi secara normal. Tetapi didahului oleh kerusuhan politik sehingga timbul ‘kudeta’ yang sifatnya tidak hanya domestik.

Bila dicermati, kita akan menemukan rekayasa yang sifatnya multinasional, yang dimotori oleh korporasi-korporasi asing untuk menyingkirkan Soekarno dan mendudukkan Soeharto.

Lalu pemerintahan baru itu adalah pemerintahan boneka yang melakukan proses legalisasi berbagai hal. Maka terbitlah sejumlah UU, termasuk terbitnya UU Penanaman Modal Asing tahun 1967. Kemudian disusul terbitnya UU Pertambangan, UU Kehutanan, UU Perdagangan, dll.

Melalui semua UU tersebut, terjadilah proses pendalaman cengkraman pihak asing di Indonesia. Itu berlanjut terus sampai sekarang.

Di samping itu, sejak 1957 atau 1958, Amerika juga sudah masuk ke dalam pembentukan cara berpikir. Pertama-tama, diberi beasiswa sekolah ke Amerika untuk mengenal apa itu kapitalisme. Setelah mereka pulang, mereka masuk ke dalam pemerintahan Soeharto untuk membuat UU.

Jangan lupa, pada saat yang sama, mereka juga masuk ke dunia pendidikan. Lalu dari sanalah mereka mulai menyusun kurikulum, silabi, termasuk dengan memperbanyak pengiriman tenaga-tenaga pengajar untuk belajar ke Amerika Serikat.

Kembali ke Indonesia, mereka mengembangkan pendidikan tinggi dengan arah yang sangat jelas yaitu sebagai bagian praktik penguasaan Amerika Serikat di Indonesia, untuk semua disiplin.

Dengan demikian, tidak hanya pemimpin dan UU-nya, perekonomiannya tetapi juga cara perpikirnya pun sekarang sudah bisa dikendalikan.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved