[124] Yang Berkuasa Partai Politik PDF Print E-mail
Sunday, 20 April 2014 00:40

Hatta Taliwang, Koordinator Grup Diskusi 77-78

Demokrasi di Indonesia hanya prosedural saja, sedangkan subtansinya tidak berjalan. Yang berkuasa hanya partai politik yang memainkan demokrasi. Yang menang dan berjalan itu-itu saja, mereka berkuasa di Senayan dan melanggengkan kepentingan, ketika kalah dalam pemilu mereka pun akan berkoalisi dan membangun politik oligarki dan politik ologarki ini bersekongkol saling menjaga kepentingan. Jadi perubahan apa yang diharap pada mereka? Jadi tidak ada perubahan? Korupsi akan jalan terus? Akan terus jalan Garong Anggaran.

Cengkraman Asing dalam demokrasi sangat jelas terlihat dalam proses pembuatan UU yang lebih menunjukkan kepentingan asing, para kapitalis. Lembaga asing pun turut bermain untuk mengatur UU seperti Bank Dunia, ADB, WTO, USAID, membiayai perubahan UU agar sesuai dengan kepentingan kapitalis mereka.

Mereka tidak hanya memegang satu alat yakni legislatif, mereka juga aman di politik, masuklah konsultan-konsultan politik asing kita kenal Internasional Foundation Elektoral Sistem (IFES) dari Australia, kader mereka di KPU kan banyak. Jadi mereka satu paket me-remote keadaan Indonesia dalam kendali mereka. Asing itu mencengkram termasuk dalam hal pemilihan presiden nanti, maka muncullah orang-orang yang dimodali untuk maju, dan mereka dimodali oleh cukong-cukong.[] fatih

 

 

 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved