[126] Tetap Dicengkeram Asing PDF Print E-mail
Monday, 19 May 2014 20:52

Arim Nasim, Ketua Lajnah Maslahiyah DPP HTI

Walaupun PDI P, Golkar dan Gerinda sebagai pemenang pemilu, Indonesia tidak akan terbebas dari cengkraman kapitalis asing. Setidaknya ada tiga alasan.

Pertama, sistem yang dijalankan tetep sistem demokrasi dan kita tahu dalam demokrasi siapa pun yang berkuasa sebenarnya mereka boneka karena penguasa yang sebenarnya adalah para kapitalis itu. Apalagi fakta menunjukkan kemenangan PDIP, Golkar dan Gerinda ---itu termasuk juga patai-partai lain yang berhasil meraih suara cukup besar—tidak lepas dari peran para kapitalis atau ada para cukong yang mem-backup mereka.

Kedua, partai-partai yang menang itu bukan partai baru, baik orangnya maupun partainya,  Dan orang atau partai tersebut selama ini juga—termasuk yang pernah berkuasa seperti PDIP dan Golkar—ketika berkuasa memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya bagi para kapitalis untuk merampok sumber daya alam (SDA). Ingat, sampai saat ini sudah ada 76 UU yang disahkan oleh mereka untuk melegalkan dominasi kapitalis dalam mengekploitasi SDA untuk kepentingan mereka, bukan untuk kepentingan rakyat.

Ketiga, saya tidak melihat adanya road map yang jelas dari semua parpol—baik yang menang pemilu pileg ataupun yang kalah—konsep yang jelas bagaimana caranya agar ekonomi kita terbebas dari cengkeraman para kapitalis. Yang ada hanya sekedar jargon ekonomi kerakyatan dan mewujudkan kemandirian ekonomi tanpa ada konsep yang jelas.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved