[127] Boneka, Nyapres karena Disuruh PDF Print E-mail
Saturday, 24 May 2014 21:56

Fuad Bawazier, Politisi Partai Hanura

Siapa pun capres tetapi tidak punya visi misi dan program yang jelas itu berarti tidak akan mempunyai arah. Dengan kata lain, ia akan menjadi kekuatan atau bonekanya orang lain. Orang yang tidak mempunyai visi misi ini juga berarti tidak mempunyai wawasan, khususnya wawasan kenegarawanan. Karena itu, dia akan menjadi boneka, karena dia tidak siap sebenarnya. Dia jadi capres karena hanya ada yang menyuruhnya nyapres supaya jadi presiden.

Saya pernah lihat itu visi misinya Prabowo, bukunya tebal. ARB juga ada visi misinya. Tetapi Jokowi saya tidak pernah lihat. Karena, memang belum ada saya kira.

Pertemuan Jokowi dengan para dubes asing termasuk Amerika dan Vatikan di rumah konglomerat Cina memang tidak etis.  Karena saat ini, pertama, itu merupakan masalah yang sangat sensitif. Indonesia kan sedang dalam tuduhan dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan luar, baik secara ekonomi maupun politik.

Kedua, ada tuduhan-tuduhan juga, siapa pun yang menjadi presiden Indonesia itu harus mendapatkan restu dari Amerika. Ketiga, siapa pun yang menjadi presiden Indonesia itu harus dapat bantuan dana dari konglomerat, baik konglomerat dalam mau pun luar negeri.

Nah, dengan melakukan pertemuan dengan para dubes tersebut seperti menguatkan tuduhan-tuduhan tadi. Jadi susah untuk menyangkal bahwa pertemuan itu tidak bermasalah. Serta tuduhan bahwa kalau terpilih nanti akan neolib juga. []

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved