[127] Menyesatkan PDF Print E-mail
Saturday, 24 May 2014 22:07

Hamdi Muluk, Pakar Psikologi Politik UI

Menurut saya, pernyataan presiden boneka menunjukkan bahwa Prabowo tidak paham realitas. Maksud saya begini, mana mungkin Jokowi itu presiden boneka. Jika aktor politik bisa muncul dalam sirkulasi elete, dan dihitung gerak-geriknya maka dia bisa ditarik ke gelandang.

Politik itu keras. Untuk sampai ke sana Anda harus siap dan atau Anda akan kebunuh duluan. Kalau Jokowi tidak mampu maka bisa mati dia dari kemarin, coba pikir.

Jadi menurut saya pernyataan itu hanya sebuah usaha dari Prabowo untuk mendelegimasi lawan politiknya yang sekarang punya kekuatan politik yang sangat power full. Saya melihat Prabowo salah memahami antara relasi Megawati dan Jokowi. Karena mandat ada ditangan Mega, maka jokowi tidak bisa. Misalnya kalau saya jadi presiden tergantung putusan Megawati, itu bukan berarti saya antek Mega!

Dua-duanya memiliki bargaining posisi yang kuat. Prabowo sendiri konglomerat yang usahanya banyak cacatnya, tambangnya kacau, pabrik kertasnya mau dipailitkan. Bagaimana dia berkoar-koar nasionalisme segala macam? Wacana boneka-boneka itu tidak konstruktif bagi kita, ini sangat menyesatkan.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved