Aksi 212 Di-framing Media Sekuler untuk Lindungi Ahok PDF Print E-mail
Tuesday, 06 December 2016 16:14

Mediaumat.com - Aksi yang sejatinya menuntut agar Ahok ditahan lantaran menistakan Al-Qur’an, di-framing berbagai media sekuler untuk melindungi calon petahana gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Ini soal hegemoni makna dalam istilah lain disebut framing, jadi bagaimana persoalan Ahok itu di-framing. Kemudian oleh media-media sekuler itu dilarikannya ke kebhinekaan, kesatuan atau Pancasila,” ungkap Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto kepada mediaumat.com, Senin (05/12/2016).

Menurut Ismail, padahal substansinya bukan di situ. Substansinya adalah keadilan atau ketidakadilan. Di situlah umat Islam bergerak menuntut keadilan karena nyata-nyata telah terjadi ketidakadilan. Bagaimana mungkin Ahok yang jelas-jelas menista Al-Qur’an itu tidak segera dijadikan tersangka, sehingga terjadilah Aksi 411, kemudian barulah dijadikan tersangka. Tapi tidak segera ditahan, jadi Aksi 212 itu sebenarnya adalah puncak dari perasaan umat Islam yang melihat ketidakadilan begitu nyata terjadi kepada orang yang menistakan Al-Qur’an.

“Jadi di dalam Aksi 212 itu ada unsur kemarahan terhadap ketidakadilan tetapi juga sekaligus ada pembelaan terhadap Al-Qur’an yang dinistakan. Nah, pesan ini tidak nampak di media-media sekuler,” bebernya.

Ismail juga menyatakan, media sekuler justru membawa publik kepada jargon-jargon yang sesungguhnya tidak berhubungan sama sekali dengan akar masalah tersebut. Bahkan ada kesan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap Ahok dengan menyebut ada ancaman terhadap kebhinekaan, ada ancaman terhadap persatuan.

“Kita ingin mengatakan, justru ketidakadilan dan perlindungan terhadap penista Al-Qur’an itulah yang akan mengancam persatuan,” pungkasnya.[] Joko Prasetyo

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved