Arti Nama Dalam Islam PDF Print E-mail
Monday, 01 March 2010 21:53

{mosimage}

Diasuh oleh:
Dra (Psi) Zulia Ilmawati

Assalamualaikum Wr.Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, saya seorang calon ibu yang sedang menunggu kelahiran anak pertama kami. Saat ini saya sedang bingung dengan rencana memberikan nama untuk anak pertama kami. Menurut perkiraan dokter, Insya Allah 2 bulan lagi melahirkan. Dari hasil pemeriksaan USG, anak kami katanya laki-laki. Karena ini cucu pertama dari kedua keluarga besar kami, maka eyang-eyangnya ingin turut ambil bagian dalam memberikan nama. Sebagai orang tua, kami tentu ingin memberikan nama yang baik. Katanya, nama secara langsung juga menggambarkan tentang harapan-harapaan orang tua terhadap anak. Sesungguhnya seberapa besar arti sebuah nama dalam ajaran Islam? Mohon penjelasannya. Terima kasih untuk jawabannya.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Indah

Jakarta

 

Wa'alaikum salam Wr Wb.

Ibu Indah yang baik,

Alhamdulillah, ikut berbahagia dengan kehamilan Anda yang Insya Allah 2 bulan lagi akan melahirkan. Tentu akan menjadi sebuah peristiwa yang dinantikan oleh semua anggota keluarga. Terlebih merupakan cucu pertama dari kedua keluarga besar. Salah satu hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya adalah mendapatkan nama yang baik. Abul Hasan meriwayatkan bahwa suatu hari seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:

“Ya Rasulullah, apakah hak anakku terhadapku?”. Nabi menjawab: “Engkau baguskan nama dan pendidikannya, kemudian engkau tempatkan ia di tempat yang baik”.

“Baguskan namamu, karena dengan nama itu kamu akan dipanggil pada hari kiamat nanti,” kata Rasulullah. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hiban)


Ibu Indah yang baik,

Nama di dalam Islam tidak hanya berfungsi untuk membedakan satu anak dengan anak yang lainnya. Betul sekali apa yang Anda sampaikan, bahwa pada sebuah nama, ada cita-cita, doa dan harapan orang tua yang ingin disematkan pada si anak. Nama adalah penting, karena nama dapat menunjukkan identitas keluarga, bangsa, bahkan aqidah. Secara psikologis nama juga akan berpengaruh pada konsep diri seseorang. Secara tidak sadar seseorang akan didorong untuk memenuhi citra yang terkandung dalam namanya. Teori Labelling (penamaan) menjelaskan kemungkinan seseorang menjadi jahat karena masyarakat menamainya sebagai penjahat. Memang boleh jadi orang akan berperilaku yang bertentangan dengan namanya. Seseorang yang bernama Abdullah misalnya, seharusnya ia rajin beribadah, tapi bisa jadi sering meninggalkan shalat. Mestinya nama itu akan meresahkan batinnya. Ia boleh jadi akan mengubah namanya atau perilakunya.


Ibu Indah yang baik,

Keinginan orang tua untuk memberikan nama yang baik pada anaknya tentu harus disertai dengan memahami makna nama tersebut. Nama yang berbau Arab belum tentu tepat kalau tidak mengerti maksudnya, malahan bisa salah dan tidak punya makna. Ada bebarapa hal yang tidak diperbolehkan dalam memberikan nama pada anak. Syekh Abdullah Nashih Ulwan, dalam bukunya Tarbiyatul Aulad fil Islam, mengemukakan beberapa acuan dalam menamai anak.  

Pertama, nama-nama yang khusus untuk Allah SWT karena sifatnya yang mutlak, seperti Ar-Rahiim, Al-Khaliq dan sebagainya. Tidak diperkenankan bagi orang tua untuk menamai anak-anaknya dengan nama-nama khusus untuk Allah, kecuali dengan menunjukkan secara jelas kedudukannya sebagai hamba Allah. Jika nama-nama khusus untuk Allah tidak diperbolehkan, nama yang menunjukkan kedudukan sebagai hamba justru disukai. Misalnya Abdullah atau Abdurrahman.

“Sesungguhnya nama-nama kalian yang paling disukai oleh Allah Yang Mahaperkasa Lagi Mahaagung adalah Abdullah dan Abdurrahman”. (HR. Muslim)

Kedua, tidak boleh menggunakan nama yang menunjukkan ketundukan kepada selain Allah, seperti misalnya Abdul Uzza, Abdun Nabi dan sebagainya.

Ketiga, menjauhi nama-nama yang maknanya terlalu optimistik. Termasuk nama yang optimistik adalah Najieh, Nafi, maupun Aflah.

“Janganlah kamu memberi nama kepada anak laki-lakimu dengan nama Yassar, Rabaah, Najaah, dan juga Aflah..... (HR. Muslim)

Keempat, jangan pernah memberi nama dengan nama yang mempunyai makna mudah lekang, lekas sirna, serta nama-nama yang dapat melemahkan jiwa anak. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam memiliki kepribadian khas yang kuat, berbeda dengan umat yang lain.

Begitu pentingnya sebuah nama dalam Islam, sehingga orang tua perlu berhati-hati dalam memberikan nama pada anaknya. Selamat ya, semoga kelahirannya lancar, dan menjadi anak yang shalih... Amiin…

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux