Mendidik Anak Perempuan PDF Print E-mail
Wednesday, 12 December 2012 14:58

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, pendidikan seperti apa yang mesti kita berikan untuk anak perempuan, selain membesarkan dan memberinya kasih sayang. Syukran atas penjelasannya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

DZ

Kendari

 

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibu DZ yang baik,

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang shalih dan shalihah. Anak adalah anugerah yang diberikan Allah pada para orang tuanya. Kehadiran anak disebut dalam Alquran sebagai berita baik, hiburan karena menyenangkan pandangan mata, dan perhiasan hidup di dunia. Anak juga sebagai bukti kebesaran dan kasih sayang Allah, pelanjut, penerus dan pewaris orang tua, sekaligus ujian. Sebagai amanah, semua yang dilakukan orang tua terhadap anaknya (bagaimana merawat, membesarkan dan mendidiknya) akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Itulah menjadi penting memahami bagaimana mendidik anak.

 

Ibu DZ yang baik,

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (perempuan) yang shaliha”. Perempuan adalah perhiasaan, dan ajaran Islam sangat memuliakan perempuan. Maka, sudah sewajarnya jika kita memiliki anak perempuan, wajib membentenginya dengan ajaran Islam agar tidak termasuk golongan perempuan yang dimurkai Allah. Mengasuh dan mendidik anak perempuan itu sama seperti mendidik calon orang tangguh dalam segala keadaan, yang kelak akan menjadi ibu, pendidik dan pencetak generasi yang tangguh. Selain menjamin hak-hak perempuan, Islam pun menjaga kaum perempuan dari segala hal yang dapat menodai kehormatannya, menjatuhkan wibawa dan merendahkan martabatnya. Bagai mutiara yang mahal harganya, Islam menempatkan perempuan sebagai makhluk yang mulia yang harus dijaga. Atas dasar inilah kemudian sejumlah aturan ditetapkan oleh Allah SWT, agar berikutnya, perempuan dapat menjalankan peran strategisnya sebagai pendidik umat generasi mendatang.

 

Ibu DZ yang baik,

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya. (HR. Muslim)

Tentang  pengungkapan sikap kasih sayang orang tua kepada anak perempuannya, Rasulullah  SAW telah  memberikan contoh melalui pergaulannya dengan putri beliau, Fathimah. ‘Aisyah  RA  berkisah:

“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi  dalam cara bicara maupun duduk dari pada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi  melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi  datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.”

Ibu DZ yang baik,

Hal mendasar yang semestinya diajarkan pada semua anak adalah persoalan akidah, mengenalkan dan membiasakan anak melakukan ibadah, taat terhadap hukum-hukum Islam, dan mengajarkan akhlaqul karimah. Tumbuhkan pada anak kecintaan pertama dan utama kepada Allah dengan melalui proses berpikir, sehingga akan tumbuh kecintaan yang benar kepada Allah SWT. Ajak anak untuk mengidolakan pribadi Rasulullah SAW. Tanamkan kecintaan anak pada Alquran dengan membiasakan untuk membaca, memahami, menghafalkan, mengamalkan dan memperjuangkannya. Latih kebiasaan beramal untuk meraih syurga dan kasih sayang Allah. Ajarkan secara bertahap hukum-hukum syariah, khusus untuk anak perempuan, biasakanlah menutup aurat dengan jilbab dan kerudung sejak dari kecil, dan ajarkan segala hal tentang tata cara berpakaian dan berhias.  Secara khusus, Islam memberikan aturan terkait hal ini untuk menjaga kehormatan perempuan.  Mendekati masa baligh, ajarkan tentang haid dan hukum-hukumnya terkait dengan hal tersebut. Juga tata cara pergaulan dengan lawan jenis. Hal-hal praktis terkait dengan pekerjaan rumah tangga juga perlu dikenalkan sejak kecil. Agar anak menjadi trampil dan cekatan dengan pekerjaan rumah tangga. Misalnya dengan membantu membersihkan rumah, memasak, mencuci dan sebagainya.Tentu sesuai dengan kemampuan dan tahapan usia anak. Tumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban untuk dirinya, keluarganya, lingkungan dan dakwah Islam. Jangan lupa berilah penghargaan jika anak melakukannya dengan baik. Dan, Anda sebagai orang tua semestinya dapat menjadi teladan yang baik buat anak-anak. Demikian ibu, semoga ananda menjadi anak yang shalihah. Aamiin… (Zulia Ismail)

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux