[125] Menyiapkan Kakak Memiliki Adik Baru PDF Print E-mail
Monday, 05 May 2014 09:48

oleh Dra (Psi) Zulia Ilmawati

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga  yang saya hormati, saya seorang ibu, anak saya laki-laki umur 1,5 tahun, sebentar lagi mau punya adik. Saya sedang hamil 7 bulan. Belakangan anak saya sangat rewel, gampang marah dan awet kalau menangis.  Bicaranya juga belum lancar,  jadi saya kadang tidak mengerti apa yang dia mau. Apa mungkin saya kurang maksimal dalam mendidiknya? Karena kalau sudah capek, apalagi dalam kondisi hamil kadang seadanya saja mendidiknya. Kalau anak saya seperti itu, kira-kira penyebabnya apa? Dan bagaimana cara penanganannya? Jazakillah..

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

LB

Yogya

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibu LB yang baik,

Dikaruniai buah hati lagi merupakan anugerah dan kebahagiaan yang tak terkira. Namun belum tentu  demikian halnya buat ananda. Apalagi jika ananda lagi senang-senangnya menjadi pusat perhatian, ternyata harus menerima kenyataan akan punya seorang adik. Hal  penting, yang betul-betul harus disiapkan ketika ada penambahan anggota baru dalam keluarga adalah mental si kakak, karena nantinya dia harus merelakan perhatian yang tadinya utuh kepadanya, harus terbagi dengan adik. Kehamilan kedua memang memiliki tantangan yang lebih berat. Bagaimana tidak? Pekerjaan Anda menjadi bertambah yaitu, anak pertama, suami, dan calon adik. Ananda yang sekarang sering rewel, gampang marah dan menangis cukup lama, bisa jadi karena  perhatian yang mulai berkurang dari Anda. Anak usia 1,5 tahun masih sangat tergantung dengan Bundanya.

Ibu LB yang baik,

Cobalah mulai bicarakan dengan suami tentang kemungkinan-kemungkinan ananda akan tercuri perhatiannya. Ananda belum genap berusia 2 tahun jika nanti adiknya lahir.  Egosentrisme anak seusia  ini masih sangat besar, mereka masih sangat sulit menerima pengertian dari lingkungannya. Ia merasa adik adalah pesaingnya dalam mendapatkan kasih sayang orang tua terutama ibu. Jarak kelahiran yang relatif dekat memang ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, mereka akan menjadi teman bermain, keduanya masih cukup dekat. Kekurangannya,  bisa muncul kecemburuan terhadap kasih sayang orang tua, dan membesarkan dua balita sekaligus merupakan pekerjaan besar. Anda mesti bersiap menghadapi kebiasaan kurang tidur misalnya. Anda juga perlu berhati-hati, lebih fokus pada adik, bisa membuat si kakak merasa kurang diperhatikan. Walaupun Anda akan berkonsentrasi lebih terhadap adik, si kakak juga tetap berhak memiliki waktu khusus bersama Anda.

Ibu BL yang baik,

Untuk mengelola kecemburuan ananda  yang sebentar lagi akan memiliki adik, maka Anda   perlu melatih ananda untuk mencintai adik barunya. Perut Anda kini semakin membesar, katakan padanya bahwa di dalam perut Anda ada adik kecil yang nanti bakal menjadi teman bermainnya. Biasakan ananda untuk mengelus perut Anda agar terjadi kedekatan dengan calon adiknya. Anda bisa mengajaknya jika periksa kehamilan. Percayalah ia tak akan mengganggu jalannya pemeriksaan. Anda malah bisa memanfaatkan momentum ini dengan mengajaknya melihat layar USG misalnya. Jelaskan bahwa gambar yang tampak itu calon adiknya. Atau, Anda bisa juga mengajaknya menjenguk kerabat yang baru melahirkan. Biarkan ananda  melihat dan menyentuh bayi mungil itu agar ia tidak merasa aneh ketika adik barunya lahir. Bila sebelumnya Anda punya acara rutin berduaan dengannya, setelah adiknya lahir nanti, jangan lupakan kegiatan ini. Penting bagi ananda untuk diyakinkan bahwa ia  tidak ditinggal pergi, tidak dilupakan.

Ibu LB yang baik,

Untuk mengurangi rewelnya, pastikan bahwa ananda selalu dalam keadaan nyaman.  Karena Anda sedang dalam kondisi tidak fit karena hamil, hadirkan sosok pengganti ibu yang bisa membuat ananda merasa nyaman saat Anda tidak bisa berada di dekatnya. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kesiapan mental Anda dan juga dukungan dari lingkungan, terutama ayah (suami) sebagai sosok yang dapat memberikan kenyamanan selain ibu dengan cara mengajak anak bermain. Demikian ibu, mudah-mudahan Ananda tumbuh sehat dan menjadi anak yang shalih.

 

 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved