[126] Jika Anak Mogok Sekolah PDF Print E-mail
Tuesday, 20 May 2014 00:02

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, saya seorang ibu dengan 3 anak. Anak saya yang bungsu saat ini kelas 5 SD. Sudah beberapa hari ini tidak mau masuk sekolah. Ia tergolong siswa berprestasi di sekolahnya, tapi merasa tidak diajak berteman. Teman-temannya sering mengolok-olok dengan kata-kata yang tidak disukai anak saya. Anak saya yang bungsu ini memang lebih sensitif dibandingkan kakak-kakaknya. Pinginnya pindah sekolah. Padahal tinggal 1 tahun lagi insya Allah lulus. Mohon saran. Jazakillah.

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

FY

Jateng

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibu FY yang baik,

Mogok sekolah adalah kejadian ketika seorang anak tidak mau pergi ke sekolah atau benar-benar menolak untuk pergi ke sekolah. Mogok sekolah bisa terjadi pada setiap usia. Banyak faktor yang menyebabkan anak mogok sekolah, di antaranya jika anak merasa jenuh dengan rutinitas, seperti berangkat harus tepat waktu, PR yang harus dikerjakan di rumah. Bisa jadi karena anak menghadapi pengalaman yang tidak menyenangkan di sekolahnya.  Lingkungan baru, takut berpisah dengan orang tuanya, atau kurang percaya diri. Anak mogok sekolah bisa juga karena bosan, yang disebabkan metode pengajaran yang kurang menarik. Suasana sekolah yang kurang nyaman, dan masalah sosialisasi dengan teman atau guru. Jika ada teman yang kurang disukai atau guru yang menurutnya tidak menyenangkan, anak merasa lebih betah di rumah.

Ibu FY yang baik,

Mogok sekolah sebenarnya wajar terjadi pada anak. Yang penting Anda tahu masalah sebenarnya. Mogok sekolah karena teman yang suka mengganggu, biasa terjadi pada anak-anak. Seperti yang dialami ananda. Anda harus mencari banyak cara agar ananda bisa segera kembali ke sekolah. Semakin lama tidak sekolah, semakin sulit untuk kembali. Selain itu, ananda juga akan semakin sulit menyesuaikan diri dengan teman-temannya, dan juga akan semakin ketinggalan pelajaran. Agar diketahui masalahnya secara jelas, cobalah Anda  mencari informasi dari  guru, dan teman-teman di sekolahnya. Seperti apa teman-teman ananda memperlakukan ananda di sekolah. Dengan begitu, informasi yang didapat bisa lebih tepat dan akurat.  Jangan segan untuk meminta bantuan guru, atau orang lain untuk mendapatkan solusi terbaik. Cobalah pahami apa yang dialami ananda. Berikan empati kepadanya. Saat dijahili temannya, Anda dapat memberikan dukungan sekaligus menegaskan bahwa tindakan temannya itu keliru.

Ibu FY yang baik,

Sampaikan pada ananda tentang pentingnya sekolah dan beri masukan positif tentang tempat di mana sekarang ananda belajar.  Tanamkan dalam diri ananda, bahwa setiap masalah pasti ada   jalan keluar, dan setiap orang harus  mampu dalam mengadapi permasalahan tersebut.  Tumbuhkan daya juang ananda, dengan menumbuhkan rasa percaya diri ananda dalam menghadapi berbagai tuntutan. Apalagi ananda termasuk siswa yang berprestasi di sekolahnya. Gali dan dukung terus kemampuan ananda di berbagai bidang sehingga ia memiliki rasa kompetensi, bisa melakukan sesuatu. Komunikasikan keluhan ananda dengan guru,  sehingga gurupun dapat memantau perkembangan ananda di sekolah.  Bekali ananda dengan pengetahuan tentang berbagai kejadian yang mungkin akan dialami ketika berada di sekolah. Beritahukan padanya apa yang harus ia lakukan terutama jika mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan. Ajari ananda untuk mengatakan tidak atau menolak perilaku orang lain yang tidak diinginkannya. Bila cara ini tetap tidak berhasil dan teman tetap mengganggu, ajari ananda untuk mendatangi gurunya dan mengadukan apa yang terjadi.

Ibu FY yang baik,

Ada beberapa sekolah yang menyediakan jasa home visit bagi anak-anak yang tidak mau sekolah. Mintalah guru sekolah untuk berkunjung ke rumah, mengunjungi ananda yang sedang mogok sekolah. Terkadang, guru juga  dapat membawa serta beberapa teman sebaya ke rumah. Cara ini bisa menumbuhkan perasaan ananda, merasa dicari-cari teman, dan dirindukan lingkungan sekolah, sehingga timbul rasa ketertarikan untuk kembali ke sekolah. Jika upaya-upaya itu tidak juga berhasil,  jangan segan memindahkan ananda ke sekolah yang bisa menjamin kenyamanan ananda. Hal terpenting saat ananda enggan ke sekolah, Anda perlu mendampinginya dengan kesabaran. Bersikaplah bijaksana tanpa menggunakan emosi berlebih saat menghadapi ananda. Sebagai orang tua, bantu ananda  mengatasi masalahnya secara bertahap. Semoga diberikan kemudahan. Aamiin..

 

 

 



 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved