[124] HTI Tuntut Tempat Hiburan Malam Ditutup PDF Print E-mail
Sunday, 20 April 2014 00:23

Tempat hiburan malam terbukti sebagai sumber maksiat dan kriminalitas.

Sebagai tempat tujuan wisata, Bandung tak hanya dikenal sebagai kota food, fashion, dan fun. Kini tempat hiburan malam pun tumbuh bak jamur di ibukota Provinsi Jawa Barat ini.

Merespon hal tersebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Bandung menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menutup total tempat hiburan malam dan melarang total peredaran minuman beralkohol di Kota Bandung.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat telah merekomendasikan pembatasan jam operasi tempat hiburan malam di Kota Bandung. Tempat hiburan malam dimaksud adalah seperti diskotik, karaoke, panti pijat, rumah biliar, dan kafe.

Humas HTI Jawa Barat Luthfi Afandi mengatakan, tempat hiburan malam adalah tempat yang tidak hanya identik dengan kemaksiatan, tapi juga kriminalitas. "Tempat yang menjadi ajang kemaksiatan dan kriminalitas bukan hanya harus dibatasi, seharusnya ditutup," ujarnya kepada Media Umat (15/3)

Maka itu, Pemkot Bandung diharapkan segera merespons rekomendasi yang dikeluarkan Polda Jabar. Bahkan, Pemkot juga diminta tegas dalam menyikapi persoalan tempat hiburan di Bandung. "Pemkot Bandung bersama DPRD harus menyusun atau merevisi perda yang sebelumnya yang intinya bukan hanya membatasi jam operasi, tapi menutup tempat hiburan malam," tegasnya.

Kamis, (6/3) HTI Kota Bandung pun menggelar aksi anti maksiat menutup tempat hiburan malam. Aksi yang dihadiri ratusan orang itu berlangsung di depan pendopo Pemkot Bandung.

Kepada Pemkot Bandung yang diwakili oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung M. Herry Djauhari, pengurus DPD HTI Jawa Barat Asoed Abu Kayyis menyampaikan tuntutannya. Ia mengingatkan, Kota Bandung adalah bagian dari bumi milik Allah maka harus berubah dan tunduk pada aturan Allah SWT.

“Harusnya pariwisata Kota Bandung harus berlandaskan hukum syariat Islam bukan hanya karena logika bisnis, konsep pariwisata bersyariah tidak hanya member keberkahan namun juga merupakan bukti ketundukan kita kepada Allah,” ujarnya.

Asoed pun menegaskan tuntutan HTI untuk menutup total tempat hiburan malam karena telah terbukti sebagai sumber maksiat dan kriminalitas.

“Kami pun menyerukan untuk melarang total peredaran minuman beralkohol karena merupakan sumber dari ragam kejahatan. Konsekuensi dari seruan ini adalah tuntutan untuk mengganti Perda Kota Bandung No. 11 Thn. 2010 yang tidak mencerminkan semangat pemberantasan total miras,” tegasnya.

Delegasi HTI pun menegaskan dalam sistem Islam, pemerintah wajib mengacu pada syariah dalam menetapkan halal dan haram, serta dalam menentukan boleh dan tidak bolehnya sesuatu beredar di tengah masyarakat. Bila telah dinyatakan haram, maka pasti akan menimbulkan mafsadat bila dibiarkan berkembang di tengah masyarakat. Dengan cara itu akan tercipta kehidupan masyarakat yang damai, tenteram dan sejahtera dalam naungan ridha Allah SWT.

Pihak Pemkot menyatakan akan meneruskan tuntutan tersebut kepada Walikota.[] ma’ruf/fatih

 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved