[125] Saatnya Memperjuangkan Khilafah PDF Print E-mail
Wednesday, 14 May 2014 10:50

Saat banyak orang berbondong-bondong ikut kampanye pemilu legislatif di lapangan, ribuan kaum Muslim lebih memilih menghadiri daurah yang diselenggarakan oleh DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DKI Jakarta, di GOR Jakarta Timur, Ahad (30/3).

Dengan khusyu’ mereka mendengarkan ceramah yang disampaikan Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI KH Hafidz Abdurrahman. Ia  menyampaikan manifesto politik Hizbut Tahrir.

Kepada para hadirin, Hafidz menjelaskan problematika yang dihadapi oleh Indonesia dari perspektif Islam. Sama dengan negeri Muslim lainnya, Indonesia dalam kondisi terpuruk di segala bidang.

Ia menjelaskan, umat Islam terpecah menjadi lebih dari 50 negara. Keterpecahbelahan ini melemahkan kekuatan mereka sehingga tidak mampu bersaing. Ini pula yang dialami oleh Indonesia. Rakyat hidup dalam kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Penjajahan tidak langsung masih bercokol di segala bidang yang ditandai dengan perampokan kekayaan alam Indonesia oleh swasta—terutama asing. Menurutnya, potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia ternyata tidak memberikan manfaat secara optimal untuk rakyat Indonesia.

“Indonesia memiliki tambang emas, minyak dan gas namun siapa pemilik semua itu? Sembilan puluh persen kekayaan alam Indonesia dikuasai asing, kenapa bisa seperti itu? Karena Islam tidak diterapkan di Indonessia,” terangnya disambut pekikan takbir peserta.

Menurutnya, problem itu terjadi karena kedaulatan Allah telah hilang dalam kehidupan umat Islam di negeri ini. “Hanya Islam yang mengantarkan kepada kebangkitan dan khilafah suatu keniscayaan yang pastinya akan segera tegak,” urainya.

Hafidz pun mengajak peserta untuk bersama-sama berjuang untuk menegakkan kembali khilafah, mengembalikan kembali kehidupan Islam. “Mari ikut bersama Hizbut Tahrir berjuang menegakkan khilafah,” ujarnya disambut pekikan takbir.

Dalam sesi penyampaian testimoni, Kyai Habiburrahman Basnur menerangkan, jika ingin masuk surga terapkan hukum Allah dan jika tidak menerapkan hukum Allah maka di neraka akan kekal. “Menerapkan syariat Allah tidak dengan demokrasi, karena itu mustahil, bohong. Dengan apa kita membebaskan bumi dengan penjajahan kafir? Dengan khilafah, dan tidak ada yang intensif memperjuangkan khilafah kecuali Hizbut Tahrir,” ujar pimpinan Yayasan Bait Quraniy Tangerang disambut pekikan takbir peserta.

Sementara itu Yuliansyah Abbas dalam testimoninya sebagai pengusaha menuturkan, pengusaha seharusnya tidak hanya melihat untung rugi dan menjauhi riba. Tapi pengusaha harus ikut berjuang dalam penegakan syariah Islam dan melakukan perubahan di tengah umat. “Sebagai pengusaha kita memiliki potensi yang tidak dimiliki orang kebanyakan, kita bisa menolong agama Allah dengan diri dan harta kita,” jelasnya.

Tak mau ketinggalan, pedagang kecil bernama Surya menyampaikan pendapatnya. Menurutnya, demokrasi harus ditinggalkan. Ia mengutip perkataan John Adam, Presiden Amerika kedua bahwa demokrasi akan ditinggalkan karena demokrasi akan memakan dirinya sendiri, padahal Johns Adam bukan seorang Muslim. “Maka saya sebagai seorang Muslim tidak layak menerapkan sistem demokrasi, tinggalkan campakkan sistem demokrasi,” ujar disambut pekikan takbir peserta.

Anggota Maktab Ilamiyah DPP HTI Farid Wadjdi menyerukan hadirin untuk bersama-sama bergabung dan berjuang bersama Hizbut Tahrir. Karena umat Islam diperintahkan oleh Allah untuk bergabung dengan gerakan, partai yang menyerukan ke jalan Islam.

“Kewajiban ini didasarkan pada perjuangan Rasulullah SAW. Dalam perjuangan, Rasulullah bersama-sama umat, berjuang secara berjamaah dan bersama umat,” terangnya. [] fatih

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved