[125] Waspadai Penculikan Anak PDF Print E-mail
Monday, 05 May 2014 09:46

Bagaimana pilunya hati seorang ibu, jika buah hati yang susah payah dikandung dan dilahirkannya bertaruh nyawa, tiba-tiba diculik? Itulah yang belum lama ini terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Sekitar empat jam sejak persalinan, dokter gadungan menculik seorang bayi perempuan. Beruntung, bayi yang diberi nama Valencia itu kini sudah ditemukan dan kembali dalam dekapan sang bunda, Lasmaria Manulang (24) dan suami, Toni Manurung (26).

Kasus ini lagi-lagi mengulang episode-episode sebelumnya. Rumah sakit ternyata masih saja tidak aman dari ulang jahil para kriminal. Penculik bayi masih gentayangan mencari sasaran. Hal ini tentu mengundang keprihatinan. Penculikan bayi adalah tindakan keji dan sangat menyakitkan, terutama bagi sang bunda.

Anak ibarat separuh nyawa bagi ibu yang mengandungnya. Jangan sampai kasus seperti ini terus saja terulang. Untuk itu, semestinya pemerintah menerapkan peraturan berupa standar pengamanan ketat di rumah sakit dan rumah bersalin. Juga, memberikan sanksi jika ditengarai ada kelalaian pihak rumah sakit dalam menjalankan fungsi keamanannya.

Sementara itu, bagi keluarga yang memiliki bayi atau anak-anak baik usia balita hingga AGB yang juga rawan penculikan, harus melakukan melakukan pencegahan-pencegahan agar anak-anaknya tidak menjadi korban. Misalnya sebagai berikut:

Kenali modus-modus penculikan

Ada yang pura-pura menjadi tenaga medis di tempat persalinan, menyaru jadi pembesuk atau staf petugas rumah sakit atau rumah bersalin, menawarkan jasa sebagai pembantu rumah tangga atau baby sitter. Untuk anak balita, ada penculik yang mengambil anak secara paksa ketika sedang main. Untuk anak usia sekolah, ada yang berpura–pura menjadi 'penjemput anak'. Untuk usia SMP-SMA, ada yang berpura–pura menjadi produser yang mengorbitkan sang anak atau mengajaknya kenalan di dunia maya.

Dampingi Anak Sebisa Mungkin

Saat persalinan, jangan sampai ibu dan bayi tanpa pendamping. Jika tenaga medis datang, jangan segan tanyakan nama dan kartu identitasnya. Jangan lepaskan bayi pada tenaga medis seorang diri, tetap dampingi ke manapun dibawa. Kecuali sudah benar-benar yakin memang itu dokter atau perawat yang memang menangani sebelumnya. Untuk anak-anak yang sudah bisa bermain, dampingi sebisa mungkin. Apalagi jika main ke luar rumah. Jika bersama teman-temannya, tanamkan agar tidak pergi terlalu jauh, tidak main dengan orang yang tak dikenal dan selalu pamitan ke mana lokasi mainnya. Juga, pulang tepat waktu. Misal, kalau azan Ashar langsung pulang ya.

Ajarkan Anak Bela Diri

Banyak orang tua tidak mengajarkan bela diri pada anaknya karena takut anak suka berkelahi. Padahal jika ditanamkan bahwa hal itu untuk perlindungan dan pembelaan diri, tidak masalah. Apalagi jika diberi pemahaman bahwa berkelahi itu salah. Termasuk tanamkan, sebagai generasi Muslim harus bisa ilmu-ilmu bela diri agar kelak menjadi mujahid-mujahidah yang mampu membela agama-Nya dan melindungi diri, saudara dan orang tuanya.

Jangan Pakaikan Anak Barang Berharga

Pastikan anak tidak memakai perhiasan, tidak membawa ponsel mewah dan tidak membawa uang jajan berlebihan. Tidak dandan menyolok yang menarik perhatian. Tidak mengenakan pakaian yang menampakkan diri sebagai anak orang kaya. Ya, terkadang faktor–faktor itulah yang menyebabkan si anak diincar penculik atau penjahat.

Suruh Anak untuk Berhati–hati

Beri pemahaman pada anak, betapa bahayanya dunia luar sana. Anak usia dini pun sudah bisa diajarkan untuk hati-hati, mengingat lingkungan tidak menerapkan nilai-nilai Islam sehingga berpotensi melahirkan orang-orang jahat. Ajarkan anak untuk menghindar dari tempat sepi dan gelap. Disiplinkan anak untuk pulang tepat waktu usai sekolah atau main. Ajarkan anak untuk mengabaikan orang yang sama sekali tak dikenalnya.

Selain upaya di atas, jangan lupa senantiasa mendoakan agar anak-anak mendapat perlindungan dari Allah SWT. Sebab hanya kepada-Nya tempat berlindung, disebabkan sistem sekuler saat ini sangat tidak aman dan pemimpin yang berkuasa tidak mampu memberi jaminan perlindungan maksimal pada warga negaranya, termasuk anak-anak.(kholda)

 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved