Talkshow Media Umat di Surabaya Islamic Fair: Tax Amnesty Meresahkan PDF Print E-mail
Wednesday, 14 September 2016 14:27

Mediaumat.com - Kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) meresahkan kami para pengusaha,” ungkap Moh. Taufik NIQ, pengusaha ekspedisi TOP Courier, saat berbicara di talkshow Surabaya Islamic Fair pada Jumat (09/09) jam 09.45 – 11.15 di panggung utama Hall B, JX International jl. Frontage timur A. Yani Surabaya. Kerja sama Shakaa organizer dan tabloid Media Umat dalam pameran produk-produk pengusaha muslim mulai dari buku-buku islami, busana muslim-muslimah, produk herbal, biro umroh-haji, bursa hewan qurban dan lain-lain. Tema talkshow yang diangkat adalah ‘Membedah Tax Amnesty dalam Perspektif Islam’.

Host Anang Lutvianto mengantarkan talkshow dengan cukup renyah. Sempat ditayangkan tayangan diskusi tentang tax amnesty dan penyampaian profil Media Umat. Narasumber dari Media Umat kontributor Jawa Timur Rif’an menyebutkan, bahwa target awal tax amnesty untuk menyasar pengusaha kakap yang memarkir dana di luar negeri supaya direpatriasi ke dalam negeri, tidak kesampaian. Justru pengusaha kecil dan menengah yang kemudian ditarget karena capaian deklarasi dan tebusan tax amnesty masih minim.

Narasumber terakhir dosen STIS-SBI Muhammad Ismail menyampaikan paparan pembanding seputar konsep pajak dalam perspektif Islam, “Pajak atau dlaribah, hanya dikenakan ketika kas Baitul Mal sedang kosong. Hal tersebut (kas baitul mal kosong) kemungkinannya sangat kecil karena sumber-sumber pemasukan sangat banyak dan sangat potensial seperti ghanimah, fai’, kharaj, usyur dan lain-lain, bahkan berpotensi surplus. Belum lagi negara sebagai pemilik otoritas pengelola sumber daya alam (tambang, laut, hutan), maka negara dapat mengembalikannya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

“Sehingga pajak dalam Islam diterapkan hanya temporal dan sektoral. Temporal karena pajak hanya dikenakan ketika saat kas baitul mas kosong saja. Dan sektoral karena pajak hanya dikenakan dikenakan pada orang-orang yang terkaya saja. Sehingga lebih menjamin unsur keadilan,” imbuh Ismail.

Dalam sesi interkatif ada 2 penanya, seorang dari mahasiswa dan seorang lagi dari pengusaha wanita. Dan setiap penanya mendapat doorprize sebuah tabloid Media Umat.[] rif

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved