Persatuan Orang Melayu Menyayangkan Sikap Polisi yang Melarang Aksi HTI PDF Print E-mail
Tuesday, 18 April 2017 15:16

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia dan sejumlah ormas Islam di Pontianak yang akan melakukan konvoi dari masjid Mujahidin ke Istana Kadariah pada Selasa (15/4) di larang oleh pihak kepolisian.

Ketua Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar Agus Setiadi menyayangkan pelarangan oleh kepolisian terhadap kegiatan pawai Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI) bersama dengan organisasi lainnya termasuk Persatuan Orang Melayu (POM) kalbar.

“Saya sangat menyayangkan sikap aparat yang tidak memberikan izin, padahal kegiatan tersebut bukan kegiatan yang melanggar undang-undang, dan kita ketahui setiap kegiatan ormas yang bersifat positif itu di jamin oleh Undang-Undang ” tuturnya.

Menurutnya, agenda konvoi dari massjid Mujahidin menuju keraton Kadariah ini menggunakan atribut-atribut organisasi bendera putih bertuliskan arab di larang kepolisian, dengan alasan dari kepolisianjika konvoi tersebut berpotensi bentrok dengan organisasi yang berseberangan dengan HTI.

“Apa yang dilakukan aparat ini sepertnya meniru apa yang di lakukan di Jakarta yaitu terlalu cepat memutuskan berdasarkan aspirasi segelintir ormas-ormas yang tidak jelas mendukungnya, yang tidak jelas massanya, dan tidak jelas kapabilitasnya,” cecar Agus.

Lebih lanjut ia mengatakan seharusnya kepolisian mempertemukan  HTI dengan kelompuk yang diklaim kepolisian berseberangan dengan HTI, agar tidak ada prasangka terhadap kepolisian yang bergulir di masyarakat.[] sumber: thetanjungpuratimes.com

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved