Mualaf Kanada Jadi Objek Penelitian PDF Print E-mail
Sunday, 26 July 2015 11:54

Warga Kanada yang masuk Islam menjadi bahan penelitian sosiolog Australia

Mediaumat.com - Public Safety Canada mendanai sebuah proyek yang dilakukan oleh seorang akademisi Australia untuk mempelajari mengapa orang Kanada masuk Islam.

Ini adalah penelitian pertama mengenai subjek itu yang pernah dilakukan di Kanada dan salah satu dari sejumlah penelitian yang menerima uang dari Public Safety melalui Kanishka Project, yang mendanai penelitian mengenai terorisme dan kontraterorisme.

"Kanada adalah negara yang tidak memiliki satu artikel jurnalpun yang diterbitkan mengenai mualaf. Jadi, saya pikir, ini kesempatan besar,'" kata Prof Scott Flower dari University of Melbourne.

Penelitian Flower sebelumnya meneliti para mualaf di Papua New Guinea dan Australia dan dia sedang mencari kasus komparatif di negara-negara Barat lainnya.

Scott Flower, seorang peneliti dari  University of Melbourne di Australia, mengatakan dia mengerti mengapa beberapa orang Muslim mungkin mencurigai penelitiannya.

Ia berharap dapat menghabiskan beberapa bulan ke depan di Kanada untuk melakukan wawancara dengan para mualaf untuk mencari tahu apa yang mendorong mereka masuk Islam.

Flower tidak tahu apa yang pemerintah akhirnya akan lakukan dengan penelitiannya, tetapi dia menekankan dalam sebuah wawancara dengan CBC Radio Ottawa Morning bahwa dia mengerti bagaimana subyek penelitiannya mungkin akan mencurigai penelitiannya.

"Akan menjadi sangat bodoh jika tidak merasakan tingkat kepedulian di antara masyarakat Muslim pada umumnya, apalagi di kalangan mualaf. Sudah ada sejumlah UU legislatif baru-baru ini yang disahkan di negara ini. Saya tidak akan menggunakan kata menindas - tapi saya akan mengatakan bahwa hal itu benar-benar membuat umat Islam tertutup, "kata Flower.

Dia menambahkan bahwa suasana ini membuat penelitiannya menjadi rumit.

Akademisi Kanada yang telah menerima uang dari Kanishka project untuk penelitian lain mengatakan tidak ada yang jahat tentang niatnya.

"Semua pekerjaan dilakukan oleh para sarjana independen," jelas Jeremy Littlewood, seorang profesor Carleton University dan pakar terorisme.

Amarnath Amarasingam, seorang rekan Phd di Dalhousie University di Halifax, setuju dengan Littlewood, tetapi bersimpati dengan tantangan yang dihadapi Flower.

Amarasingam melakukan penelitian sendiri mengenai radikalisasi dengan kekerasan, yang juga didanai oleh Kanishka Project.

"Kami sudah berusaha sangat keras untuk menjelaskan bahwa penelitian [kami] adalah independen. Tidak ada data yang diserahkan dan pemerintah  melihat produk akhir dan tidak ada laporan rahasia," katanya.

Kanishka Project dibuat pada bulan Juni 2011 dan mengeluarkan rekomendasi dalam laporan Air India. Ini adalah proyek lima tahun senilai $ 10 juta.

Penelitian Flower menerima uang senilai $ 169,240 dari hibah putaran kelima Kanishka project. Laporannya akan berjudul, "Menuju pemahaman yang sangat langka: Membedakan antara perpindahan agama biasa dengan ekstremisme dengan kekerasan." []cbc

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved