[99] Mewujudkan Generasi Cerdas, Generasi Pemimpin PDF Print E-mail
Tuesday, 05 March 2013 23:28

Oleh: Indah Kartika Sari, SP

Ketua DPD I Muslimah HTI Bengkulu

Krisis kepemimpinan di negeri ini memang sudah semakin parah. Mulai dari level paling bawah di tingkat RT/RW sampai pucuk pimpinan tertinggi negara. Mulai jabatan pimpinan organisasi, parpol sampai birokrat, sulit rasanya menemukan sosok pemimpin yang kredibel sekaligus kapabel. Kalau pun ada, rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Pada saat umat Islam dalam kondisi terpuruk, mengalami lost generation sekaligus kehilangan institusi kepemimpinan  berharga yang memayungi mereka (sistem khilafah) seperti sekarang ini,  maka perlu ada sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat termasuk partai politik  untuk melakukan langkah-langkah strategis, diantaranya:

Pertama, menetapkan kriteria kelayakan seorang pemimpin umat di masa depan yaitu seorang yang kredibel sekaligus kapabel. Kredibel (adil) adalah seseorang yang terintegritas pada dirinya kepribadian Islam (syakhshiyyah Islam) yang ditandai dengan konsistensi dalam menjalankan syariah Islam secara keseluruhan pada dirinya juga kepeduliannya untuk tidak berdiam diri terhadap permasahan umat khususnya juga permasalahan bangsa umumnya.

Kapabel  adalah seseorang yang telah ada pada dirinya sifat-sifat dasar kepemimpinan yang dilandasi akidah Islam, memiliki kemampuan manajerial juga wawasan kenegaraan baik  terkait dengan urusan dalam dan luar negeri.

Kedua, upaya mencetak generasi cerdas, generasi calon pemimpin yang peduli umat dapat diraih melalui keterpaduan langkah di antara elemen keluarga, sekolah dan masyarakat termasuk partai politik ideologis.

Keluarga sebagai elemen pertama dan utama yang melakukan pendidikan dan pembinaan generasi untuk membentuk sifat kredibel/adil dan kapabel pada dirinya.  Bermula dari penanaman akidah  pada pemikiran dan jiwa seorang anak disertai pembiasaan dan dorongan  melaksanakan hukum-hukum Islam dalam kehidupannya.

Sekolah sebagai institusi yang akan melanjutkan penancapan pondasi tersebut melalui kurikulum berbasis akidah Islam, guru/pendidik yang profesional dan berkepribadian Islam juga sarana dan prasarana yang kondusif untuk menyempurnakan pembentukan sifat kredibel dan kapabel pada diri anak didik.

Masyarakat termasuk parpol yang berideologikan Islam melakukan pembinaan dan pencerdasan politik kepada generasi yang sebelumnya sudah dibina oleh keluarga dan sekolah.  Dari tangan parpol inilah akan lahir kader-kader pemimpin yang tidak hanya cakap memimpin dirinya dan juga parpolnya namun juga cakap menjadi pemimpin di tengah-tengah umat.

Ketiga, patut disadari bahwa upaya mencetak generasi cerdas, generasi pemimpin akan berbenturan dengan sistem sekuler yang melahirkan banyak kerusakan pada setiap lini kehidupan. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi parpol Islam ideologis beserta kader-kadernya untuk memimpin perubahan sistem di tengah-tengah umat.

Perubahan yang dimaksud adalah kembalinya sistem kehidupan Islam yang dijalankan secara utuh oleh institusi pemerintahan Islam yaitu khilafah. Melalui institusi khilafah, setiap elemen dapat menjalankankan fungsinya secara utuh dan optimal  untuk mewujudkan generasi dambaan umat.

Generasi cerdas, generasi pemimpin adalah sebuah keniscayaan. Keberadaannya hanya mungkin ada melalui proses pendidikan dan pembinaan  sepanjang  hayat dan berkesinambungan dalam sebuah sistem yang kondusif dalam naungan sistem khilafah.

Kalangan intelektual menjadi  salah satu ujung tombak dunia pendidikan yang menentukan keberhasilan menjalani proses tersebut.  Dengan beragam profesinya, kalangan intelektual dapat mengerahkan segenap pemikiran dan daya upayanya untuk bersama-sama mewujudkan kembalinya kehidupan Islam dalam institusi negara khilafah. Insya Allah.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux