[146] Hukuman Mati, Kenapa Tidak? PDF Print E-mail
Tuesday, 03 March 2015 09:53

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Salam Perjuangan!

Alhamdulillah kami bisa mengisi ruang baca Anda kembali di awal Maret 2015 ini. Semoga kehadiran kami selalu Anda nantikan.

Bagaimana kabar Anda? Kami berharap Anda semua sehat wal afiat dan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, bagaimana pun bentuknya. Bukankah kita hanya hamba yang tidak punya apa-apa kecuali sekadar memikul beban anamah-Nya?

Pembaca yang dirahmati Allah, kalau kita membuka lembaran kalender Masehi, ada satu tanggal yang patut kita catat. Itulah tanggal 3 Maret. Yah, 91 tahun lalu tepatnya 3 Maret 1924 institusi yang menaungi kaum Muslim sedunia yakni khilafah dihancurkan oleh Mustafa Kemal laknatullah atas bantuan Inggris di Istambul, Turki.

Sejak saat itu kaum Muslim tidak lagi memiliki tameng/benteng yang bisa melindunginya. Kaum Muslim dipecah belah menjadi lebih dari 50 negara kecil berdasarkan nasionalisme. Afiliasi mereka pun tak lagi kepada Islam tapi kepada penjajah yang dulu menduduki wilayahnya. Para penguasanya pun mengabdi kepada para penjajah tersebut dengan menyerahkan kekayaan alam milik umat kepada sang tuannya.

Kondisi menyedihkan ini telah diprediksi oleh baginda Nabi SAW melalui hadits yang diriwayatkan Thauban ra. Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”

Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”Baginda menjawab: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di lautan.” Kemudian sahabat bertanya lagi: “Kenapa seperti buih di lautan?” Jawab Rasulullah SAW, “Karena ada dua penyakit, yaitu mereka ditimpa penyakit al-wahn.”Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?” Rasulullah SAW bersabda: “Cinta dunia dan takut mati.”

Lebih dari 1,5 milyar Muslim di dunia, bahkan tak bisa membebaskan Muslim Rohingya yang dianiaya oleh rezim Myanmar. Demikian pula, Muslim Gaza harus menghadapi kekejaman Israel dalam sebuah tembok penjara sendirian. Muslim Xinjiang merana. Dan banyak lagi yang lainnya. Ke mana umat Islam? Ke mana para penguasa yang katanya mewakili kaum Muslim? Ke mana tentara-tentara Muslim? Astaghfirullah…….

Pembaca yang dirahmati Allah, ketika Islam kehilangan institusinya, maka hilang pula kejayaannya. Tidak pernah sebelum 1924 kaum Muslim mengalami nasib sedemikian parah seperti ini. Kaum Muslim dulu bersatu karena memiliki Tuhan yang satu, Rasul yang satu, Kitab yang satu, Kiblat yang satu, bendera yang satu, dan pemimpin yang satu.

Maka saatnya sekarang kaum Muslim berjuang mengembalikan institusi Islam tersebut karena itu adalah kewajiban dari Allah SWT dan telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan dipraktikkan oleh para sahabat. Itulah model kenegaraan global yang berwujud Khilafah Islam.
Akhirnya, selamat membaca edisi kali ini yang terkait dengan karut marut hukum di negeri ini akibat tidak berlandaskan syariah Islam dan tidak menerapkan sistem khilafah. Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved