[147] Inilah 'Prestasi' Jokowi PDF Print E-mail
Tuesday, 31 March 2015 15:35

Salam Perjuangan!

Alhamdulillah, kami bisa hadir lagi melalui edisi ini di ruang baca Anda. Semoga Anda senantiasa menantikan kehadiran kami.

Bagaimana kabar Anda? Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan barakah-Nya kepada kita semua dalam menjalankan seluruh aktivitas. Amin.

Pembaca yang dirahmati Allah, beberapa waktu lalu kami hadir di Islamic Book Fair (IBF) di Istora Gelora Bung Karno Jakarta.  Selain membuka stand Media Umat, kami pun mengisi panggung utama IBF dengan acara Bedah Media Umat.

Alhamdulillah, acara yang menampilkan Felix Y Siauw, Ust Rokhmat S Labib, dan pemimpin redaksi MU Farid Wadjdi ini cukup memikat pengunjung IBF. Kursi-kursi yang disediakan tak mampu menampung hadirin. Sebagian besar mereka harus rela berdiri.

Kehadiran kami ini merupakan satu bagian dari upaya mengenalkan Media Umat ke tengah masyarakat Muslim Indonesia, khususnya di Jakarta. Jujur saja, banyak orang yang belum mengenal media ini. Padahal media umat sudah sampai edisi ke 147. Ketika moderator menanyakan kepada pengunjung, ternyata memang hanya sedikit yang tahu, apalagi yang berlangganan.

Lebih dari itu, bedah Media Umat ini sekaligus merupakan ajang dakwah. Inilah kesempatan berkomunikasi dakwah kepada khalayak. Ini justru lebih penting daripada sekadar jualan media. Bagaimana pun media ini mengemban misi dakwah.

Nah, karena itu kami pun berharap para pembaca semua bisa menjadi agen-agen dakwah melalui media ini di tempatnya masing-masing, selain sebagai marketing media ini ke tengah masyarakat.

Kami bermimpi, media ini suatu saat nanti akan menjadi media mainstream bagi kaum Muslim Indonesia seiring perjalanan dakwah ke depan. Hal itu bisa terwujud jika kami dan Anda bahu membahu terus mengenalkan dan mengajak kaum Muslim membaca dan memilikinya dengan berlangganan.

Pembaca yang dirahmati Allah, kali ini kami menyoroti sesuatu yang kita rasakan dalam keseharian. Itulah kesempitan. Bagaimana tidak, kebijakan rezim yang baru berkuasa beberapa bulan sungguh sangat menyesakkan dada rakyat. Mungkin baru kali ini ada presiden yang memiliki segudang ‘prestasi’ yang membebani rakyat dalam waktu yang singkat. Harga beras, contohnya. Inilah harga beras yang tertinggi sejak zaman Orde Baru, tembus Rp 10 ribu per kilogram. Tak pernah terjadi sebelumnya. Dan inilah rezim paling   liberal dibanding sebelumnya. Mengapa rezim itu sampai tega seperti itu? Lho rakyat diam saja? Inilah yang ada di Media Utama.

Jangan lupa pula simak kupasan kami tentang Konferensi Khilafah di Turki tepat 3 Maret lalu. Kita tahu, 3 Maret memiliki makna yang dalam bagi umat Islam karena pada 3 Maret 1924 khilafah Islamiyah dihapuskan dari muka bumi oleh Mustafa Kamal, antek Inggris keturunan Yahudi. Sejak saat itu kaum Muslim tidak memiliki induk hingga kini.

Rubrik Kristologi pun layak Anda simak, supaya Anda tahu bahwa ada kalangan Kristen yang mirip-mirip model berpakaian dan ibadahnya dengan Islam.

Selamat membaca!

 

 

 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved