Hentikan Kegaduhan, Hentikan Kriminalisasi Ulama, Aktivis, dan Ormas Islam PDF Print E-mail
Thursday, 01 June 2017 17:24

Mediaumat.com - Presidium Alumni 212 meminta kepada Presiden RI, Joko Widodo untuk dapat menghentikan segala bentuk kezaliman dalam bentuk kriminalisasi, tuduhan makar, pelanggaran HAM dan diskriminasi hukum terhadap para ulama, aktivis pro keadilan serta ormas islam (HTI).

Jika Pak Jokowi melakukan hal tersebut maka segala macam kegaduhan yang tidak seharusnya terjadi akhir-akhir ini akibat adanya kasus penista agama akan berhenti dan berakhir sehingga negeri ini kembali damai seperti sediakala.

"Namun sangat disayangkan di tengah-tengah harapan begitu besar kepada Pak Jokowi, untuk menghentikan segala macam kegaduhan dan perpecahan antar anak bangsa, bukanya menyiramkan air malah justru Pak Jokowi menyiramkan bensin ke dalam api, ini malah tambah memperkeruh suasana dan bahkan menambah akselerasi potensi perpecahan di negeri ini." Ungkap Ketua Umum Presidium Alumni 212 Ustadz Ansufri Idrus Sambo, di Masjid Baiturrahman (31/5), Jakarta Selatan.

Ustadz Sambo mengatakan, baru pada rezim ini merasakan betapa hebatnya perlakuan diskriminatif penguasa dengan menggunakan aparat hukum terhadap umat islam, ulama, serta ormas islam, yang menuntut ditegakkannya keadilan justru di zalimi, di kriminalisasi, di teror, di tuduh makar dan di langgar hak kemanusiaannya, tapi di satu sisi terhadap penista agama dan pendukungnya di bela mati-matian.

Dia mengatakan Presidium Alumni 212 bersama umat islam, mendesak tim investigasi KOMHAS HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasinya bahwa rezim Jokowi telah melakukan pelanggaran HAM berat secara sistematis, massif dan terstruktur terhadap para ulama, aktivis pro keadilan dan ormas islam HTI, kemudian membawa hasil rekomendasi Komnas HAM ke jalur konstitusional di DPR serta mendesak DPR melakukan sidang istimewa untuk meminta pertanggungjawaban presiden yang dianggap sudah melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum dengan mengkriminalisasi para ulama, aktivis islam, dan rencana pembubaran HTI.

Lanjut dia mengatakan, tidak hanya ke DPR, Presidium Alumni 212 juga akan ke MPR serta ke Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. "Kita sudah mengajukan surat untuk bertemu Jusuf Kalla, namun Jusuf Kalla saat ini masih berada di luar negeri. Jika Jusuf Kalla sudah balik kita akan bertemu dengannya, kalau kepada Jokowi kita sudah selesai dan sudah tertutup, kita sudah mencoba dengan berbagai cara untuk mendatangi Jokowi tapi dia tertutup, semoga Jokowi bisa dinasehati oleh JK, dan semoga nantinya JK juga memberikan pencerahan-pencerahan kepada Jokowi," jelasnya.

Presidium Alumni 212 juga bakal menggalang kekuatan umat di seluruh Indonesia dengan melakukan aksi damai bela ulama, aktivis islam, aktivis pro keadilan serta ormas islam dan aksi mosi tidak percaya kepada pemerintah dan menuntut mundur Jokowi dari jabatan presiden karena sudah melanggar sumpahnya sebagai Presiden RI untuk menegakan hukum dan konstitusi dengan sebenar-benarnya dan juga melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

"Kami juga meminta POLRI dan TNI untuk bertindak netral dan tidak menjadi alat kekuasaan rezim penguasa dan selalu berada di belakang rakyat dalam menegakan serta menuntut keadilan di negeri ini. TNI dan POLRI juga tidak boleh represif kepada rakyat selama menjalankan aksi secara damai dan tertib yang sesuai dengan hukum yang berlaku," lanjutnya.

Ustadz sambo menghimbau kepada Bapak Jokowi, masih ada kesempatan dan belum terlambat bagi Bapak Jokowi untuk mengakhiri semua kegaduhan ini dengan memerintahkan Kapolri, dan Jaksa Agung untuk menghentikan semua Kriminalisasi ulama dan para aktivis dengan mengeluarkan SP3 dan SKP2 serta mencabut pernyataan pembubaran Ormas HTI.

"Hayo Pak Jokowi, mumpung masih ada waktu dan mumpung masih belum terlambat, hayo segera berbuat untuk kepentingan bangsa Indonesia yang lebih luas dan segera bertindak untuk menyelamatkan keutuhan bangsa Indonesia yang besar ini," ujarnya.

Ustad Sambo juga mengingatkan kepada Pak Jokowi, serta jajaran aparat keamanan yang masih memiliki iman dan masih ada rasa takut kepada Allah SWT dan ancaman siksanya, dengan dua ayat di dalam Al Qur'an.

"Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (membunuh, menyiksa, mengkriminalisasi) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertaubat, maka mereka akan mendapatkan neraka jahannam dan mereka akan mendapat azab neraka yang membakar" (QS AL Buruj:10)

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata" (QS Al Ahzab:58).[*]

 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved