Rezim Represif Anti Islam, Ibunda Diko: “Sudah Enam Pekan Diko Dilarang Jum’atan” PDF Print E-mail
Tuesday, 23 May 2017 13:32

Mediaumat.com - Hajah Rochayat, ibunda dari Diko Nugraha,  mengadu ke Komnas HAM bahwa anaknya yang ditahan bersama Ustadz Muhammad Al Khaththat tersebut sudah enam pekan dilarang shalat Jum’at.

“Dan yang sangat saya sesalkan selama ditahan tidak diberikan izin untuk melakukan shalat Jum’at,” ujar Rochayat saat mengadu bersama Tim Advokasi Presidium Alumni 212 Achmad Michdan, Jum’at (19/5/2017) di Kantor Komnas HAM, Jakarta.

Rochayat sangat kecewa anaknya dilarang shalat Jum’at, apalagi status Diko masih tahanan dan sampai saat ini tidak ada bukti terlibat makar. Diko pertama kali ditahan dalam BAP-nya 20 hari, setelah habis 20 hari diperpanjang 40 hari dan diminta tanda tangan tengah malam, dan anaknya terpaksa melakukan tanda tangan karena ketakutan dalam keadaan tertekan.

“Setelah itu, sampai sekarang sudah 40 hari semuanya, surat penangguhan katanya akan turun sekarang tapi sampai saat ini belum saya dapatkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Achmad Michdan pun mengadukan pelanggaran HAM terhadap Ustadz Al Khaththat berupa diskriminasi yang dilakukan penegak hukum, tidak hanya itu, dia juga menilai adanya upaya kriminalisasi dan teror yang dilakukan kepada para ulama, dan tokoh.

Menurutnya, pihaknya sudah banyak memberikan surat kepada Polri untuk memberikan penangguhan penahanan kepada Al Khaththat karena tuduhan makarnya amat minim dan sampai saat ini pihaknya tidak melihat adanya makar.

"Jadi seyogyanya kalau mau diproses silakan saja, tetapi hak-hak beliau sebagai ulama, kepala rumah tangga supaya bisa ditangguhkan," ucapnya.

Apalagi, lanjut Achmad, saat ini Al Khaththaat sedang sakit, dan untuk membesuknya demikian sangat sulit termaksud Komnas HAM sendiri tidak bisa membesuk dan ini merupakan satu diskriminasi terhadap penegakan hukum.

Dia meminta agar Komnas HAM menyampaikan kepada Polri untuk menanggapi surat-surat yang sudah dilayangkan.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved