Presiden Joko Widodo (kiri tengah) berjalan bersama Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi (kanan) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3). Foto: ANTARA
Presiden Joko Widodo (kiri tengah) berjalan bersama Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi (kanan) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3). Foto: ANTARA

Pengamat: Raja Salman Bawa Misi Politik

Pengamat politik internasional Abu Anas menilai, kedatangan Raja Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia dan beberapa negara di kawasan Asia tidak lepas dari kepentingan politik Amerika di kawasan ini. “Saudi dan Turki sekarang sedang berlomba memperkuat posisi Amerika,” kata Abu Anas melalui jaringan Skype kepada mediaumat.com, Ahad (5/3).

Menurutnya, Amerika sekarang menganggap kompetitor utama dalam politik dan ekonomi global adalah Cina. “Dalam konteks inilah, Saudi ingin memperkuat pengaruh Amerika di negara yang dikunjunginya, untuk berhadapan dengan Cina,” jelasnya.

Begitu pentingnya pengaruh Cina ini, kata Abu Anas, sampai-sampai di Australia, pemerintah setempat memanggil para duta besar mereka di seluruh dunia untuk membahas masalah politik terkini. “Bagaimana Australia harus berhadapan dengan Cina ini,” kata Abu Anas.

Ia mengingatkan, kaum Muslim khususnya di Indonesia harus tahu bagaimana kondisi Saudi saat ini.  Menurutnya, jangan sampai kaum Muslim hanya mengingat Salman sebagai penjaga dua kota suci yakni Mekah dan Madinah sehingga mengagung-agungkannya.

Saudi Arabia, jelasnya, kini menghadapi kesulitan ekonomi yang parah. Saudi saat ini sedang berusaha keluar dari krisis keuangan yang dialaminya akibat merosotnya harga minyak dunia. Tak heran terjadi pemotongan gaji karyawan pemerintah. Sampai-sampai kontraktor besar Bin Laden Corp tak mau mengambil proyek-proyek pemerintah.

Di sana pun terjadi banyak kasus korupsi. Para pangeran dan keluarga kerajaan hidup berfoya-foya sementara rakyat hidup dalam kondisi menderita.  “Saudi tidak berbuat apa-apa ketika kaum Muslim terpecah-belah. Saudi juga menjadikan negara mereka sebagai pangkalan militer Amerika dan sekutunya untuk menyerang negeri kaum Muslim yang lain. Dan para penguasa Saudi tidak mempunyai ambisi lain kecuali kekuasaan,” jelas laki-laki yang bermukim di Sydney Australia ini.

Maka jalan-jalannya Salman ke Indonesia, termasuk ke Cina, menurutnya, membawa misi selain politik adalah misi ekonomi, demi kepentingan dalam negeri Saudi. []