Halqah Islam dan Peradaban ke-69 dengan tema Pilkada DKI Jakarta, Catatan Politik untuk Umat Islam, Jakarta, Kamis (2/3)
Halqah Islam dan Peradaban ke-69 dengan tema Pilkada DKI Jakarta, Catatan Politik untuk Umat Islam, Jakarta, Kamis (2/3)

Tentara Terelit RRC Ada di Jakarta

Situasi Indonesia saat ini, menurut anggota Komisi III DPR RI M Syafi’i, mirip dengan kondisi menjelang peristiwa G30S/PKI. “Tanda-tanda itu sudah sangat jelas,” katanya dalam Halqah Islam dan Peradaban ke-69 di Gedung Joeang Jakarta, Kamis (2/3).

Tanda itu di antaranya adalah kriminalisasi ulama dan pendataan ulama. Ia mengungkapkan, ketika ia rapat dengar pendapat dengan Kapolri dan menyampaikan 14 pertanyaan terkait dengan kriminalisasi tersebut, Kapolri tak menjawab satu pun.

Sedangkan terkait pendataan ulama, M Syafi’i yang sering dipanggil Romo ini, mengatakan modus ini sama persis dengan di zaman PKI. “Saat itu ulama didaftar untuk kemudian disembelih. Sekarang didata untuk ditakut-takuti agar tak bisa menyampaikan dakwah,” tandasnya.

Selain itu, kata Romo, gambar mata uang juga sama persis: palu arit. Menurutnya, komunis sudah nyata ada di Indonesia.

Bahkan, berdasarkan informasi yang valid, ia mengatakan tentara terelit Republik Rakyat Cina (RRC) sudah ada di Jakarta dengan membawa senjata canggihnya. “Setiap bulan mereka melahirkan alumni baru dan bertugas menjaga obyek vital mereka,” ungkap Romo.

Ia menjelaskan, jika dulu mereka menggunakan aparat untuk kepentingan mereka, kini mereka ingin menguasainya semuanya sendiri. “Ini dampak dari para birokrat kita yang suka korupsi,” katanya.

Tak heran, kata Romo, hukum sekarang ini tidak hanya tumpul tapi sudah menjadi alat kekuasaan. “Coba sekarang ini yang mempermasalahkan kelompok mereka malah dikriminalisasi. Ini hukum tak hanya tumpul, tapi sudah menjadi alat,” katanya.

Maka, ia mengajak kaum Muslim untuk terus meningkatkan dakwah. Menurutnya, bahaya sedang mengincar negeri berpenduduk mayoritas Muslim ini. Dan Jakarta sekarang menjadi pertaruhan kekuasaan. “Kita harus dakwah ke kanan dan ke kiri. Para dai jangan takut SARA. Menyampaikan SARA dilindungi undang-undang!” tegasnya. []