Kalau Mengaku Berbhineka, Tak Boleh Larang Masirah Panji Rasulullah PDF Print E-mail
Tuesday, 11 April 2017 17:16

Mediaumat.com - Penulis dan Pemerhati Sosial Budaya Babel Ahmadi Sofyan menyayangkan adanya kelompok tertentu yang menghalangi Masirah Panji Rasulullah SAW di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Menurut saya hal tersebut tidak boleh terjadi sama sekali kalau paham tentang perbedaan dan mengaku ber-Bhenika Tunggal Ika serta hidup di negeri berfalsafah Pancasila,” ungkapnya kepada mediaumat.com, Selasa, 4 April 2017.

Menurutnya, penyelenggara masirah tersebut, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),  bukan organisasi terlarang dan yang dilakukan mereka selama ini sangat akademik, ilmiah, santun. “Dan saya belum pernah melihat dan membaca adanya kekerasan yang dilakukan oleh kawan-kawan HTI,” ujarnya.

Ia menilai masirah tersebut merupakan bagian dari syiar dan sosialisasi agar umat dan bangsa ini tidak gagal paham tentang bendera yang bertuliskan tauhid, tidak alergi dengan tulisan Arab.

“Janganlah sedikit-sedikit dianggap tidak Pancasilais, tidak toleransi, tidak Bhenika Tunggal Ika. Wong Islam itu ajarannya wajib toleransi kok, diatas Pancasila dan jauh sebelum Bhenika Tunggal Ika ada, Islam sudah lebih dahulu mengajarkan kebhenikaan. Jadi jangan gagal paham saja tentang Panji Rasulullah SAW bagi yang nggak sreg,” pungkasnya.[] M Benny AF

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved